Sabtu, 11 Februari 2012

kenapa harus Valentines Day ?


Kenapa harus Valentine’s Day ?

Dari anas bin malik diceritakan bahwa seorang bertanya kepada nabi shallu ‘alaihi wa sallam,
“Kapan terjadi hari kiamat, wahai rasulullah ?” beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,bersabda,
“Apa yang engkau telah persiapkan untuk menghadapinya”
Orang tersebut Menjawab,
“Aku tidaklah mempersiapkan untuk hari tersebut dengan banyak sholat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang saya persiapkan adalah cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda,
“(Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Anaspun Mengatakan,
“kalau begitu aku mencintai nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar. Aku berharap bisa  bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.”

Bandingkan, bagaimana jika yang dicintai dan diagungkan adalah seorang tokoh Nasrani yang dianggap sebagai pembela dan pejuang cinta di saat raja melarang menikahkan para pemuda. Valentine-lah sebagai pahlawan dan pejuang ketika itu. Lihatlah sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas “ Kalu begitu engkau bersama dengan orang yang engkau cintai”. Jika anda seorang muslim, manakah yang anda pilih, dikumpulkan bersama-sama orang-orang sholeh ataukah bersama tokoh Nasrani yang jelas-jelas kafir.

Merayakan Valentine berarti meniru-niru Orang Kafir
Agama Islam telah melarang kita meniru-niru orang kafir (baca : tasyabbuh). Larangan ini terdapat dalam berbagai ayat , juga dapat ditemukan dalam beberapa sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan hal ini juga merupakan kesepakan para ulama’ (baca ijma’). Inilah yang disebutkan oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab beliau Iqtidho’ Ash Shiroth Al Mustaqim (ta’liq: Dr. Nashir bin “Abdil Karim Al “aql, terbitan Wizarotusy Syu’un Al Islamiyah).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“ Sesungguhnya orang yahudi dan  Nasrani  tidak mau merubah uban, maka selisihlah mereka.”(HR. Bukhari no. 3462 dan Muslim no. 2103) hadist ini menunjukkan kepada kita agar tidak meniru apa yang dilakukan orang yahudi dan Nasrani secara umum dan diantara bentuknya adalah dalam masalah uban. (Iqtidho’, 1/185)

Dalam hadist lain, rasulullah menjelaskan secara umum supaya kita tidak meniru orang kafir. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“ Barang siapayang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Daud). Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ (hal.1/269) mengatakan bahwa sanat hadist ini bagus. Telah jelah bahwa hari valentine adalah perayaan paganisme, lalu diadopsi menjadi ritual agama Nasrani. Merayakan berarti meniru-niru mereka

Agus Setiawan, Spd. Majalah Media/hal : 86 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar